web stats

Kamis, 17 Oktober 2013

Kebudayaan dan Kesenian Provinsi Bengkulu

Kebudayaan dan Kesenian Provinsi Bengkulu
Bengkulu adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia dan kota. Bengkulu ini menjadi ibu kota dari provinsi Bengkulu itu sendiri yang terletak di  kawasan pesisir barat Pulau Sumatera yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia dan berada pada koordinat 300 45’ – 300 59’ Lintang Selatan dan 102014’ – 1020 22’ Bujur Timur dengan luas wilayah 151,7 km2 ditambah 1 pulau dengan luas 2 Ha  dan lautan seluas 387,6 Km2.
Bengkulu berasal dari bahasa Melayu-Jawi kata bang yang berarti “pesisir” dan kulon yang berarti “barat”, kemudian terjadi pegeseran pengucapan bang berubah menjadi beng dan kulon menjadi kulu.
Pada saat Inggris berada di Bengkulu terjadi peristiwa gempa bumi besar yang diiringi Tsunami yang membuat wilayah geografis Bengkulu berubah. Hal itu terjadi pada sekitar tahun 1700-1800. Kejadian itu sampai membuat Benteng Malbourough selama beberapa tahun dikosongkan.
Di wilayah Bengkulu sekarang pernah berdiri kerajaan-kerajaan yang berdasarkan etnis seperti Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Selebar, Kerajaan Pat Petulai, Kerajaan Balai Buntar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sekiris, Kerajaan Gedung Agung, dan Kerajaan Marau Riang. Di bawah Kesultanan Banten, mereka menjadi vazal.
AGAMA
Agama yang dianut Masyarakat Bengkulu mayoritas adalah Agama Islam yang memang di Indonesia sendiri  umumnya adalah menganut Agama Islam dan juga terdapat agama lain seperti Kristen, Hindu, Budha, bahkan ada yang menganut Animisme.
Suku Bangsa di Bengkulu
Suku-suku bangsa yang mendiami Provinsi Bengkulu dapat dikelompokkan menjadi suku asli dan pendatang, meskipun sekarang kedua kelompok ini mulai bercampur baur.Bahasa yang dominan dipakai adalah bahasa Rejang,yang banyak dipahami oleh sebagian besar penduduk, selain bahasa Melayu (bahasa Indonesia)dan bahasa Serawai.Di Pulau Enggano dipakai bahasa Enggano.Suku-suku pribumi mencakup suku-suku berikut:
1)Mukomuko, mendiami wilayah Kabupaten Mukomuko; 
 2)Pekal, mendiami wilayah Kabupaten Mukomuko dan Kabupaten Bengkulu Utara; 
 3)Rejang,mediami wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Kepahiang, Rejang Lebong dan Lebong;
4)Lembak, mendiami wilayah Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong;
5)Serawai, mendiami wilayah Kabupaten Seluma dan Bengkulu Selatan; 
6)Pasemah, mendiami wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kaur;
7)Kaur, mendiami wilayah Kabupaten Kaur; 
8)suku-suku pribumi Enggano (ada enam puak), mendiami Pulau Enggano.
Suku bangsa pendatang meliputi Melayu , Jawa  (dari Banten),Bugis, Madura,  minangkabau, Batak, Sunda,dan lain-lain.
Penduduk asli pendukung kebudayaan tertua di Bengkulu terdiri dari 4 suku bangsa besar, yakni:
1. Suku Melayu, sebagian besar bermukim di di Kotamadya Bengkulu.

2. Suku Rejang, tersebar di Kabupaten Lebong, Rejang Lebong dan sebagian Bengkulu Utara.

3.Suku Serawai, yang mendiami Kabupaten Bengkulu Selatan

4. Suku Engano, yang bermukim di Pulau Enggano.
Orang Melayu merupakan kelompok etnik yang terbesar jumlahnya diantara penduduk yang bermukim di wilayah propinsi Bengkulu. Alkisah, orang Melayu Bengkulu ini merupakan percampuran antara suku bangsa asli Bengkulu dengan orang-orang Melayu pendatang dari Jambi, Riau, Palembang, Minangkabau, dan daerah-daerah lainnya di sebelah selatan.
Asimilasi antar suku bangsa tersebut berlangsung dalam jangka waktu sangat panjang, sehingga memberi ciri tersendiri bagi orang Melayu Bengkulu. Sebagai suku bangsa mayoritas di Bengkulu, maka kebudayaan Melayu-lah yang dirasa paling menonjol.
Pada umumnya kelompok-kelompok etnis di Bengkulu terbagi atas beberapa ‘klen’ (sukau) yang dikepalai oleh ‘ketua sukau’. Dalam satu dusun biasanya ada 2-4 sukau. Klen ini merupakan himpunan keluarga besar yang masih seketurunan dari satu nenek moyang. Ketua sukau bersama-sama dengan kepala dusun dan para orang tua yang berhak memutuskan perkara pelanggaran adat setelah mengadakan mufakat dengan seluruh warga dusun.
BAHASA
Rumpunan bahasa yang terdapat dan digunakan di Provinsi Bengkulu antara lain sebagai berikut:
1. Bahasa Ra-Hyang atau Re-Hyang (Rejang).
2. Bahasa Enggano (Pulau Perempuan).
3. Bahasa Lampung.
4. Bahasa Malayu Ippoh (Muko-muko, Lubuk Pinang, Bantal, Lima Koto, Ketahun, Pasar Bengkulu, dsb).
5. Bahasa Malayu Lembak (Tanjung Agung, Dusun Besar, Pada Dewa, dsb).
6. Bahasa Malayu Kotamadya Bengkulu.
7. Bahasa Malayu Serawai dan Pasemah (Pha-semah) yang penyebarannya meliputi Manna, Tais, Kepalak Bengkerung, Tanjung Sakti, Padang Guci, Kedurang, Kaur, dsb.
8. Bahasa Malayu Bintuhan.
Tiga komunitas bahasa, yaitu Rejang, Enggano dan Lampung tidaklah termasuk dalam kelompok rumpunan Bahasa Malayu yang dikemukakan sebelumnya. Tiga etnik ini memiliki kelompok rumpunan bahasa tersendiri, dan etnik inilah yang merupakan penduduk asli negeri Bengkulu.
 KERAJINAN TRADISIONAL
Kerajinan tradisional yang ada di Bengkulu adalah kerajinan Batik. Batik yang ada di Bengkulu ini sama seperti batik-batik yang ada di Jawa dan sekitarnya yang mana menghasilkan beragam batik dan menjadi ciri khas dari Indonesia.
Tetapi tetap berbeda dengan batik jawa, batik jawa identik dengan warna coklat, kuning, merah, hijau, dan biru. sedangkan batik besurek memiliki warna yang lebih cerah dan beragam.
Batik yang di maksud adalah Batik Besurek. Batik Besurek adalah kain batik asli Bengkulu yang merupakan element Budaya Bengkulu, motif utama batik Besurek adalah huruf kaligraf atau kain batik yang dihiasi dengan huruf-huruf Arab Gundhul.
Di beberapa kain, terutama untuk upacara adat, kain ini memang bertuliskan huruf Arab yang bisa dibaca. Tetapi, sebagian besar hanya berupa hiasan mirip huruf Arab atau yang di sebut tadi dengan Arab Gundhul.
Berbagai motif dasar batik kain Besurek antara lain :
  • motif kaligrafi –> merupakan motif yang diambil dari huruf-huruf kaligrafi. Untuk batik besurek modern, biasanya kaligrafinya tidak memiliki makna.
  • motif bunga rafflesia –> bergambar bunga rafflesia arnoldi yang merupakan bunga raksasa khas bengkulu.. motif bunga rafflesia bisa dibilang sebagai motif utama kain besurek setelah kaligrafi.
  • motif burung kuau –> bergambar seperti burung, tetapi terbuat dari rangkaian huruf-guruf kaligrafi.
  • motif relung paku –> bentuknya meliuk-liuk, persis seperti tanaman relung paku.
  • motif rembulan –> merupakn motif yang digambar seperti rembulan yang bulat. Biasanya dipadukan dengan motif kaligrafi.
 Contoh Batik Besurek
     
1.  Tari Andun
Tari Andun merupakan salah satu tarian rakyat yang dilakukan pada saat pesta perkawinan. Biasanya dilakukan oleh para bujang dan gadis secara berpasangan pada malam hari dengan diringi musik kolintang.
Pada zaman dahulu, tari andun biasanya digunakan sebagai sarana mencari jodoh setelah selesai panen padi. Sebagai bentuk pelestariannya, saat ini dilakukan sebagai salah satu sarana hiburan bagi masyarakat khususnya bujang gadis.
2.  Tari Ganau
Tari Ganau dari bengkulu, merupakan tarian yang diiringi dengan musik. Didominasi olrh iringan mandolin, rebab dan kendang serta lagu dengan irama melayu. Tarian ini dimainkan oleh sekelompok penari wanita dan laki-laki.
Dimulai dengan tempo gerakan yang lambat diakhiri dengan gerakan yang cepat dan menghentak-hentak. Gerakan tangan, serta melompat dan dan formasi yang harmonis dengan iringan musik merupakan ciri khas yang dari tarian ini.
3. Tari Kejei
Tari Kejei merupakan kesenian rakyat Rejang yang dilakukan pada setiap musim panen raya datang. Tarian tersebut dimainkan oleh para muda-mudi di pusat-pusat desa pada malam hari di tengah-tengah penerangan lampion.
Kekhasan tari ini adalah alat-alat musik pengiringnya terbuat dari bambu, seperti kulintang, seruling dan gong. Tarian dimainkan sekelompok orang yang membentuk lingkaran dengan berhadap-hadapan searah menyerupai jarum jam.
Tarian ini pertama kali dilaporkan oleh seorang pedagang Pasee, bernama Hassanuddin Al-Pasee yang berniaga ke Bengkulu pada tahun 1468. Tapi, ada pula keterangan dari Fhathahillah Al Pasee, yang pada tahun 1532 berkunjung ke Bengkulu.
Tari Kejei dipercaya sudah ada sebelum kedatangan para biku dari Majapahit. Sejak para biku datang, alat musiknya diganti dengan alat dari logam, seperti yang digunakan sampai saat ini. Acara kejei dilakukan dalam masa yang panjang, bisa sampai 9 bulan, 3 bulan, 15 hari atau 3 hari berturut-turut.
Tari ini adalah tarian sakral yang diyakini masyarakat mengandung nilai-nilai mistik,sehingga hanya dilaksanakan masyarakat Rejang Lebong dalam acara menyambut para biku,perkawinan dan adat marga. Pelaksanaan tari ini disertai pemotongan kerbau atau sapi sebagai syaratnya.
4. Tari Persembahan Rejang
Penyambutan di Inspirasi Tari Kejai yang sakral dan Agung di Tanah Rejang Tari Penyambutan adalah Tari Kreasi Baru yang diatur sedekat mungkin dengan Tari Kejai. Terinspirasi oleh tari Kejai karena Suku Rejang sendiri jaman dahulu tidak mempunyai Tari Penyambutan, di jaman dahulu penyambutan tamu dilakukan dengan upacara adat.
Tari Kejai adalah tarian sakral dan agung, sehingga sangat pantas untuk di persembahkan untuk Penyambutan Tamu, seperti Pejabat Tinggi Negara, Menteri, Bupati yang berkunjung ke Tanah Rejang, atau pada even-even lain yang bersifat ceremonial, seperti pada acara penyambutan piala Adipura yang tiba di Kota Curup tanggal 7 juni lalu.
Jumlah penari tidak dibatasi,sesuai dengan tempat,bisa putra bisa pula putri, bisa juga berpasangan. Di Rejang Lembak Tari Penyambutan disebut Tari Kurak, namun dalam pembahasan disepakati menggunakan Tari Penyambutan yang telah dibakukan.
Musik yang mengiringi Tari Penyambutan di inspirasi oleh tarian sakral dari Tanah Rejang, musik dan alat musik Tari Penyambutan memakai alat musik khas tradisional Suku Rejang, yaitu gong dan kalintang, yang dari jaman dahulu kala di pakai pada musik pengiring tarian sakral dan agung Suku Rejang yaitu Tari Kejai. Pada umumnya dipakai irama lagu Lalan belek dan Tebo Kabeak.
5. Tari Tombak Kerbau.
Tari Putri Gading Cempaka.
Tari Sekapur Sirih.
8· Tari Pukek.
Tari Andung
SENI MUSIK
Seni musiknya adalah:
o   Geritan, yaitu cerita sambil berlagu.
o   Serambeak, yang berupa patatah-petitih.
o   Andi-andi, yaitu seni sastra yang berupa nasihat.
RUMAH ADAT
Dalam bahasa melayu Bengkulu, rumah tempat tinggal dinamakan juga “Rumah”. Rumah tradisional Bengkulu termasuk tipe rumah panggung. Rumah panggung ini dirancang untuk melindungi penghuninya dari banjir.
Disamping itu kolong rumah panggung juga dapat dipergunakan untuk menyimpan gerobak, hasil panen, alat-alat pertanian, kayu api, dan juga berfungsi sebagai kandang hewan ternak.
BUDAYA BENGKULU
1. Budaya Bunker Coa Sako
Budaya Bunker Coa Sako adalah sebuah Cagar Budaya berbentuk sebuah bunker atau tempat perlindungan di bawah tanah yang dibangun pada jaman penjajahan Inggris di Bengkulu. Bangunan bunker berjumlah 3 ruangan yang ruangannya tidak saling berhubungan antara satu dengan lainnya. Situs yang berkepemilikan adalah milik pribadi atas nama ajisul ini sangat memprihatinkan karena terbengkalai dan tak terurus karena tidak mendapatkan perhatian dari pemerintahan setempat.
2. Upacara Tabot
Upacara Tabot merupakan upacara tradisional masyarakat Bengkulu yang diadakan untuk mengenang kisah kepahlawan Hussein bin Ali bin Abi Thalib, cucu Nabi Muhammad SAW, yang wafat dalam peperangan di padang Karbala, Irak. Tradisi Tabot dibawa oleh para pekerja Islam Syi‘ah dari Madras dan Bengali, India bagian selatan, yang dibawa oleh tentara Inggris untuk membangun Benteng Marlborough (1713—1719). Mereka kemudian menikah dengan penduduk setempat dan meneruskan tradisi ini hingga ke anak-cucunya.
Upacara Tabot sebenarnya tidak hanya berkembang di Bengkulu saja, namun juga sampai ke Painan, Padang, Pariaman, Maninjau, Pidie, Banda Aceh, Meulaboh, dan Singkil. Dalam perkembangannya, kegiatan Tabot kemudian menghilang di banyak tempat. Saat ini, hanya ada dua tempat yang melaksanakan upacara ini, yakni Bengkulu dan Pariaman, Sumatra Barat yang menyebutnya dengan Tabuik.
Tabot sendiri berasal dari kata Arab, Tabut yang secara harfiah berarti kotak kayu atau peti. Tabot dikenal sebagai peti yang berisikan kitab Taurat Bani Israil, yang dipercaya jika muncul akan mendapatkan kebaikan, namun jika hilang akan mendapatkan malapetaka. Saat ini, Tabot yang digunakan dalam Upacara Tabot di Bengkulu berupa suatu bangunan bertingkat-tingkat seperti menara masjid, dengan ukuran yang beragam dan berhiaskan lapisan kertas warna warni.
Pembuatan Tabot harus sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan secara bersama-sama oleh keluarga pemilik Tabot, keturunan Syekh Burhanudin (Imam Senggolo) yang merupakan pelopor diperkenalkannya Tabot di wilayah Bengkulu. Terdapat dua kelompok besar keluarga pemilik Tabot, yakni kelompok Tabot Barkas dan Tabot Bangsal.
Upacara yang pada awalnya digunakan oleh orang-orang Syi‘ah untuk mengenang gugurnya cucu Nabi Muhammad SAW ini, sejak penduduk asli Bengkulu (orang Sipai) lepas dari pengaruh Syi‘ah berubah menjadi sekadar kewajiban keluarga untuk memenuhi wasiat leluhur mereka. Belakangan, upacara ini juga dijadikan sebagai bentuk partisipasi orang-orang Sipai dalam pelestarian budaya tradisional Bengkulu. Sejak 1990, upacara ini dijadikan agenda wisata Kota Bengkulu, dan kini lebih dikenal sebagai Festival Tabot.
 
 RANGKAIAN UPACARA RITUAL BUDAYA TABOT
1. Upacara Pengambilan Tanah
Upacara Pengambilan Tanah dilaksanakan pada malam hari sebelum tanggal 1 Muharram, sekitar pukul 20.00 WIB (setelah shalat Isya). Upacara Pengambilan Tanah dilakukan di dua tempat, yaitu di Pantai Nala dan Tapak Paderi. Upacara ini diartikan sebagai peringatan atau mengenang kembali manusia yang pada awalnya diciptakan dari tanah dan nantinya akan kembali menjadi tanah.
Upacara ini dilengkapi sesajen berupa bubur merah, gula merah, sirih tujuh subang, rokok tujuh batang, air kopi pahit, air serobat (air jahe), air susu sapi murni, air cendana dan air selasih. Sesudah sesajen didoakan, diambil tanah dua kepal, sekepal diletakkan di Gerga (di ibaratkan benteng) dan sekepal lainnya dibawa pulang untuk diletakkan diatas Tabot yang akan dibuat.
2. Upacara Duduk Penja
Upacara Sakral Duduk Penja dilaksanakan selam dua hari, yakni pada tanggal 4 dan 5 Muharram pada pukul 16.00 WIB. ini dilakukan pada tanggal 5 Muharram. Penja adalah Pending Jari-Jari yang berbentuk jari-jari tangan yang terbuat dari tembaga serta disimpan diatas rumah sekurang-kurangnya selama satu tahun.
Didahului dengan berdoa, Penja diturunkan untuk di cuci, dilengkapi sesajen berupa emping, air serobat, susu murni, air kopi pahit, nasi kebuli, pisang emas dan tebu. Setelah dicuci, keluarga pembuat tabot langsung mengantarkan Penja yang dibungkus ke gerganya, dengan diiringi bunyi dol dan tassa, untuk disimpan kembali selama upacara perayaan tabot.
3. Upacara Menjara
Upacara Menjara dilaksanakan malam hari tanggal 5 dan 6 Muharram mulai pukul 19.30 WIB. Menjara berarti “perjalanan panjang di malam hari”, upacara ini dimaksudkan untuk melakukan silahturakhmi atau konsolidasi.
Pada malam pertama (tanggal 5 Muharram) kelompok Bangsal mengunjungi kelompok Imam dan pada malam kedua (tanggal 6 Muharram) kelompok Imam mengunjungi kelompok Bangsal dengan perlengkapan Dol dan Tassa. Dalam perjalanan perlengkapan musik Dol dan Tassa akan melagukan lagu Semi Tsauri pada saat berjalan dan lagu-lagu Tsauri, Melalu dan Tamatam pada tempat-tempat berhenti.
4. Malam Arak Jari-jari dan Arak Seroban
Upacara Arak Jari-Jari dilakukan pada tanggal 7 Muharram pukul 19.30 malam. Malam Arak Jari-Jari dilaksanakan dengan menempatkan Penja yang sudah didudukkan di atas Tabot Coki, kemudian diarak untuk berkumpul di tanah lapang.
Sedangkan persiapan upacara Arak Seroban diselenggarakan pada tanggal 8 Muharram pukul 16.00 WIB (setelah shalat Ashar), yakni mempersiapkan Seroban untuk diarak bersam-sama Penja (Jari-Jari) pada malam harinya. Upacara ini di ibaratkan sebagai pemberitahuan kepada masyarakat bahwa jari-jari tangan dan sorban Amir Hussain telah ditemukan di Padang Karbala.
5. Hari GAM
Hari GAM berlangsung pada tanggal 9 Muharram, dimulai pada pukul 06.00 WIB. Hari GAM berarti tidak boleh ada bunyi-bunyian sama sekali sampai Tabot Naik Pangkek.
6. Tabot Naik Pangkek
Pada pukul 14.00 WIB sesudah shalat Dhuhur tanggal 9 Muharram dilakukan acara Tabot Naik Pangkek. Tabot Naik Pangkek adalah kegiatan menyambungkan bangunan puncak Tabot dengan bangunan bagian Tabot Gedang di tempat pembuatannya.
7. Malam Arak Gedang
Pada tanggal 9 Muharram pukul 16.00 Tabot dibawa ke Gerga untuk Soja dan Penja dinaikkan ke atas Tabot sebelum diarak menuju tanah lapang untuk bersanding. Pada pukul 19.00 malam harinya Tabot sudah bersanding di tanah lapang, prosesi ini disebut Malam Arak Gedang.
8. Arak-arakan Tabot Pejuang
Pagi hari pukul 08.00 WIB tanggal 10 Muharram Tabot kembali diarak untuk bersanding di tanah lapang. Setelah itu Tabot diarak menuju Kerabela (sebutan orang Bengkulu untuk Karballa). Sebelum diarak, seluruh Tabot menyembah terlebih dahulu kepada Tabot Imam dan Tabot Bangsal. Juru Kunci menyambut arak-arakan Tabot di pintu gerbang Kerabela.
Sebelum masuk dilakukan upacara untuk meluruskan mana yang bengkok, memberitahu mana yang keliru dan memperbaiki mana yang salah. Setelah itu arak-arakan Tabot menuju kompleks pemakaman Kerabela, dan di sini dilaksanakan upacara penyerahan Tabot kepada leluhur di makam Syahbedan Abdullah (ayahanda Syech Burhanuddin).
 UPACARA PERKAWINAN
Upacara perkawinan suku bangsa Lembak secara umum yang berada di Bengkulu dan khususnya yang bertempat tinggal di Kota Bengkulu pada dasarnya sama, dengan tingkatan urut-urutan sebagai berikut:
(1) Upacara sebelum perkawinan, kegitatan yang dilakukan mulai dari menindai (melihat kecocokan), betanye (bertanya), Ngatat Tande atau memadu rasan (berasan), dan Bertunangan (Makan Ketan),
(2) Upacara Perkawinan (Kerje/Bapelan), merupakan urutan kegiatan mulai memilih macam bimbang, Arai Pekat (Kenduri Sekulak), Menikah, Malam Napa, Arai Becerita (Walimahan), dan sampai akhirnya menyalang (nyalang).
 Upacara Sebelum Perkawinan
1. Menindai
 Menindai adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh pihak keluarga laki-laki dalam mengamati dan mengevaluasi bagaimana kecocokan bila anak laki-lakinya nanti menikah dengan keluarga (anak wanita) yang ingin di nikahinya. Proses ini biasanya yang paling mudah dilakukan dengan cara bagaimana sikap dan perilaku,  melihat kepiawaiannya dalam memasak, rumahnya apakah selalu bersih dan rapih bahkan rupawan dari wanita tersebut.
2. Betanye
Betanye  merupakan langkah awal bagi pihak laki-laki untuk menyampaikan hasratnya dan bertanya apakah pihak perempuan (gadis) belum berjanji atau bertunangan dengan pria lain. Bila seandainya belum maka disampaikanlah maksud/hajad, untuk mengikat pertunangan dengan anak gadis keluarga yang ditanya. Alat yang dibawa adalah sekapur sirih lengkap dengan kapur, pinang, dan sebagainya yang dibungkus dengan sapu tangan terawang putih.
Setelah sampai pada waktu yang telah ditetapkan, maka pada kedatangan kedua, utusan biasanya masih keluarga dekat, yang maksudnya adalah untuk Ngatat tande (Ikatan pertunangan). Ciri/tanda yang diberi tersebut biasanya dalam dua bentuk, yaitu: berbentuk uang atau berbentuk barang berharga berupa emas (cincin).
3. Malam Bertungan/Menarik Rasan
Malam Bertungan/Menarik Rasan, setelah hari dan waktu bertunangan yang disepakati tiba, maka pihak laki-laki akan datang untuk bertunangan dengan membawa apa yang telah disepakati (terutama berupa uang, sedangkan barupa barang seperti kerbau dan pembawaanya) akan diserahkan kapan diminta oleh pihak gadis.
Selain dari mengantarkan persyaratan yang harus dipenuhi, maka pada saat itu dibicarakan pula kapan jadwal dilakukan pernikahan, untuk penetapan jadwal tersebut pada saat itu sebagai patokan adalah kapan masa panen.
4. Makan Ketan
Makan Ketan, setelah diadakan konsultasi dan sepakat tentang hari kerje/bepelan maka oleh ahli rumah terlebih dahulu biasanya diadakan kesepakatan rapat interen (ngupul adik sanak) untuk mulai mempersiapkan dan meramu segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan mengangkat pekerjaan seperti: berberas (menumbuk padi untuk kebutuhan kerje/bepelan, mengumpulan alat-alat untuk pangujung (balai), serta persiapan seperti pembuatan rumah tanak (tempat berteduh tukang masak air dan nasi).
Selanjutnya pada malam yang telah ditentukan diadakanlah rapat (berasan) dengan penghulu syara’, adik sanak, kaum kerabat yang biasanya dipimpin oleh penghulu adat/ketua adat, malam berasan ini dikenal dengan istilah Malam Makan Ketan.
5. Pembentukan Panitia Kerja
Pembentukan Panitia Kerja, setelah secara resmi acara pertunangan diumumkan, maka selanjutnya ketua adat membuka acara berasan adik sanak untuk membentuk kepanitian acara pernikahan pengantin yang dimaksud.
Pembentukan organisasi upacara tersebut sekaligus menunjuk para petugas yang akan mengambil tanggung jawab pelaksanaan antara lain: tue kerje (Ketua Kerja), penyambut tamu, tukang sambal (tukang sambal), tukang joda (tukang jauda), Tukang Ayo (Ahli menyiap air), Tukang nasi (Ahli memasak nasi), ketua jenang yang biasanya ditunjuk jenang atas pengujung (jenang pucuk) dan jenang belakang (jenang bawah), begitu pula biasanya ditunjuk Cikidar (jenang perempuan) besarta anggota-anggotanya, serta pada saat itu biasanya telah ditunjuk juga induk inang (perias pengantin) dan inang (pengapit pengantin).
6. Pesta Pernikahan
Pesta Pernikahan, Pelaksanaan perkawinan dalam Bahasa Lembak sering disebur Kerje atau Bepelan yang merupakan inti atau puncak dalam upacara perkawinan. Kegiatan itu merupakan rangkaian dari suatu perayaan sebagai pernyataan suka dan rasa syukur segenap keluarga baik dalam hubungan keluarga dekat mapun keluarga jauh.
Pesta Pernikahan dilaksanakan kedua belah pihak dan berlangaung selama 2 hari 2 malam untuk satu pihak, hari pertama disebut dengan Hari Mufakat (Arai pekat) sedangkan harl kedua disebut Hari Bercerita (Andun). Pelaksanaan akad nikah biasanya dilangsungkan pada hari mufakat (Arai pekat), dahulu dilaksanakan pada hari kedua.
7. Hari Mufakat (Arai Pekat)
Hari Mufakat (Arai Pekat), pada hari mufakat ini mempelai wanita sudah harus dirias untuk memekai pakaian pengantin (pakaian adat), Untuk merias pengantin pertama kali ini tidak dilakukan di rumahnya melainkan harus dilakukan di rumah salah seorang kerabatnya yang di sebut dengan ‘Bakondai’.
Dalam acara bakondai ini harus menyiapkan persyaratan berupa kain penutup (kelimbung), beras, kelapa, gula kelapa serta pisang mas, perlengkapan ini nantinya akan diserahkan kepada ‘induk inang (perias pengantin). Setelah pengantin selesai dirias baru dibawa kerumahnya dan disambut oleh ibunya serta diasap dengan kemenyan.
8. Malam Napa
Malam Napa, salah satu bagian dari acara perayaan perkawinan adalah Malam Napa. Pada malam ini sering juga disebut pengantin bercampur atau mulai bersanding setelah melakukan ijab kabul (Jika belum melakukan ijab kabul, dalam adat Lembak pengantin tidak boleh disandingkan).
Dalam Malam Napa biasanya kalau akan diadakan adang-adang gala maka pihak keluarga pengantin perempuan harus melakukan acara penjemputan pengantin lanang yang dipimpin oleh ketua adat yang diikuti oleh beberapa orang kerabat pengantin perempuan.
Pada acara penjemputan ini pihak pengantin perempuan membawa perelengkapan pakain adat untuk pengantin lanang, pihak keluarga pengantin lanang juga sudah menyiapkan panganan/ kue-keu yang sudah dimasak beberapa hari dan disuguhi minuman teh/kopi yang sering dikenal dengan istilah Neron.
Pada saat itu biasanya juga disampaikan oleh penghulu adat kepada pihak penganting lanang untuk menyiapkan sejumlah uang untuk acara adang-adang gala tersebut. Uang yang diberikan pada saat adang-adang gala sering disebut dengan istilah kunci masuk.
9. Hari bercerita
Hari bercerita, ini merupakan hari puncak pelaksanaan pesta pernikahan tersebut. Pada saat tamu yang datang baik tamu dari jauh maupun dari dekat, mereka datang membawa buah tangan pada ahli rumah sebagai tanda ikut bersuka cita atas rahmat yang diterimanya. Buah tangan tersebut semenjak masyarakat telah mengenal uang sebagai alat tukar, diberikan dalam bentuk uang, dikenal dengan istileh Jambar real (Jamber real).
Pada hari bercerita ini inti acaranya berupa berzikir/membaca kitab berzanji yang diringi rebana, walimah dan jamuan dan pada akhir acara tersebut wakil para tamu menyerahkan jambar uang yang diperoleh kepada pihak tuan rumah dengan mengumumkan jumlah total penerimaan.
Read more at http://nadiaswahedi.blogspot.com

Rumah Pengasingan, Saksi Bisu Cinta Soekarno


DARI tepi jalan, rumah dengan halaman luas nan rapi itu terlihat tak ubahnya rumah warga kebanyakan. Struktur rumah terbuat dari kayu, menandakan rumah itu adalah rumah lama. Dinding rumah bagian dalam adalah semacam pelat baja yang dilapisi tembok yang keras. Rumah itu terdiri atas lima ruangan, yaitu 1 ruang kerja di bagian depan, 1 ruang tamu, 1 kamar tidur tamu, dan 2 kamar tidur keluarga. Di rumah kecil itulah bersemai cinta kasih yang ikut menentukan sejarah bangsa ini.

Terletak di jantung Kota Bengkulu, rumah yang berada di Kelurahan Anggut, Kecamatan Ratu Samban, itu adalah rumah yang pernah ditempati salah seorang proklamator bangsa Indonesia: Soekarno. Bung Karno menempati rumah itu pada 1938-1942. Bung Karno menjejakkan kaki di Bengkulu pada 14 Februari 1938. Sebelumnya, bersama istrinya, Inggit Garnasih, anak angkatnya, Ratna Djuami, Bung Karno berlayar dari tempat pembuangannya di Flores ke Pulau Jawa.

Bung Karno hanya seorang diri ketika tiba di Bengkulu. Keluarganya baru menyusul beberapa minggu kemudian. Sementara waktu sambil menunggu rumah pengasingannya diperbaiki, Bung Karno ditempatkan di Hotel Centrum. Hotel itu sudah tidak ada lagi. Posisi hotel itu, jika masih ada, tepat di seberang kantor Bank Indonesia Bengkulu.

Rumah pengasingan yang ditempati Bung Karno sekeluarga adalah milik pedagang keturunan Tionghoa, Tjang Tjeng Kwat. Pada tahun 1940-an, rumah dengan dua kamar tidur itu berada agak di pinggir kota. Dahulu, Bengkulu dipilih sebagai lokasi pengasingan Bung Karno karena aksesnya yang sulit dan terpencil. Namun, kini seiring perkembangan kota, rumah pengasingan itu persis berada di jantung Kota Bengkulu.

Satu saat, di rumah pengasingan itu, Bung Karno bersama Inggit Garnasih menjamu keluarga Hassan Din, tokoh Muhammadiyah asal Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Ketika itulah, untuk pertama kali Bung Karno melihat gadis belia putri Hassan Din, Fatmawati, yang sengaja dibawa.

Di rumah itu juga pada akhirnya Fatmawati ikut menumpang. Tak perlu waktu lama, Fat, begitu ia dipanggil, menjadi sahabat Ratna Djuami. Tak hanya tidur di kamar yang sama, mereka juga sama-sama sekolah di RK Vakschool Maria Purrisima yang merupakan sekolah tertinggi di Kota Bengkulu milik sebuah yayasan Katolik.

Singkat cerita, Bung Karno pun menaruh hati pada Fatmawati dan akhirnya menikahi Fatmawati. Dari pernikahan itu Bung Karno dikaruniai 2 putra dan 3 putri, yakni Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

Waktu terus berjalan dan sejarah pun terus terukir. Megawati menjadi Presiden Ke-5 RI. Sementara rumah pengasingan yang pernah ditempati kedua orangtua Megawati masih begitu-begitu saja. Kenangan yang tersimpan dalam rumah itu menjadi cerita menarik yang selalu disampaikan penjaga rumah kepada pengunjung.

Obyek wisata

Kini, rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu menjadi salah satu obyek wisata sejarah andalan selain bangunan bersejarah lain, seperti Benteng Marlborough peninggalan Inggris.

”Rumah ini banyak dikunjungi wisatawan saat akhir pekan. Dalam sebulan, pendapatan dari retribusi rumah Bung Karno ini sedikitnya Rp 1 juta. Kalau pas hari liburan sekolah, pengunjung dari sejumlah sekolah membeludak,” kata Sugrahanudin, juru pelihara rumah pengasingan Bung Karno.

Setiap tamu dari luar kota, baik yang datang untuk keperluan kerja, usaha, maupun wisata, hampir selalu menyempatkan diri mengunjungi rumah bersejarah ini. Kurang lengkap rasanya datang ke Bengkulu tanpa mengunjungi rumah pengasingan Bung Karno.

Di rumah itu, kita masih bisa melihat ranjang besi yang pernah dipakai Bung Karno dan keluarganya. Juga koleksi buku yang mayoritas berbahasa Belanda di kamar tamu dan ruang tamu. Ada juga seragam grup tonil Monte Carlo asuhan Bung Karno semasa di Bengkulu. Foto-foto Bung Karno dan keluarganya juga menghiasi hampir seluruh ruangan. Dan yang tidak kalah menarik adalah sepeda tua yang dipakai Bung Karno selama di Bengkulu. Setiap wisatawan yang berkunjung hampir pasti memotret sepeda ini.

”Pakaian seragam tonil dan buku yang sejumlah 303 eksemplar ini sudah kami konservasi agar awet,” ujar Sugrahanudin.

Rumah pengasingan Bung Karno itu kini diperbaiki. Sebagian besar struktur bangunan berupa kayu yang lapuk diganti. Dalam tiga bulan ke depan, rumah kecil saksi bisu cinta Soekarno-Fatmawati itu akan semakin cantik. 
Read more at http://travel.kompas.com

Sejarah Benteng Malborough Bengkulu

Benteng Marlborough (Fort Marlborough)  adalah peninggalan sejarah yang ada di kota Bengkulu. Benteng terletak di pusat kota di daerah yang disebut Kampung. Namanya  memang Kampung, tetapi lokasinya  dekat rumah dinas Gubernur yang megah dan beberapa lokasi  yang terkenal dengan pertokoan dan wisata kuliner serta  wisata pantai Tapak Paderi. Marlborough adalah sebutan dan nama resminya, tetapi masyarakat setempat menyebutnya Malabro,  (kabarnya Malioboro berasal dari kata Marlborough juga, benarkah?). Nama benteng ini menggunakan nama seorang bangsawan dan pahlawan Inggris, yaitu John Churchil, Duke of Marlborough I.
Benteng dibangun oleh usaha dagang dari  Inggris, East Indian Company  awal abad 18 (1713 – 1719).  Gubernurnya pada waktu itu bernama Joseph Callet. Bangunan benteng  menyerupai kura-kura ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 44.100 meter persegi dan menghadap ke arah selatan.
Pemerintahan kolonial Inggris menguasai Propinsi Bengkulu selama lebih kurang 140 tahun (1685 – 1825). Sehingga benteng ini pun masih memiliki bentuk yang sesuai dengan desain asli bangunan abad ke-17. Bentuk benteng ini mirip dengan gambaran benteng di film-film barat yang dikelilingi parit dan ada jembatannya, terletak di pinggir laut.
.
Pada awalnya benteng ini untuk kepentingan militer, tetapi kemudian berfungsi juga untuk perdagangan  dan pengawasan jalur perdagangan yang melewati Selat Sunda.
Pada masa pemerintahan Thomas Stamford Raffles pada 1818 – 1824 Bengkulu menjadi terkenal. (Bunga bangkai, Rafflesia arnoldi,  mengambil nama dari Raffless yang sekarang menjadi lambang propinsi Bengkulu).  Pada 1825 Inggris yang menguasai Bengkulu melakukan tukar menukar dengan Belanda yang menguasai Malaysia dan Singapura. Belanda selanjutnya menempati benteng Malborough sampai perang dunia II yang pada akhirnya semua wilayah Sumatera diduduki tentara Jepang sampai Jepang menyerah kalah pada 1945. Setelah kemerdekaan RI tahun 1945 benteng tersebut digunakan oleh TNI dan polisi sampai tahun 1970. Setelah kemerdekaan RI Bengkulu merupakan salah satu Keresidenan di Provinsi Sumatera Selatan, baru pada tahun 1968 Bengkulu terwujud menjadi Provinsi yang berdiri sendiri dan lepas dari Provinsi Sumatera Selatan.
Benteng inipun pernah dipakai sebagai tempat penahanan Bung Karno.
Di sini juga  dipakai sebagai tempat tinggal petinggi militer Inggris, sehingga mirip kota kecil, terlihat dari catatan yang tertinggal yang masih tersimpan  terkait dengan perkawinan, pembaptisan dan kematian.

Nama Tempat Objek Wisata Di Bengkulu

Propinsi Bengkulu terletak di bagian barat daya pulau Sumatera yang merupakan salah satu propinsi dari Pulau Sumatera, Indonesia. Sebelah utara dari Propinsi Bengkulu berbatasan dengan Sumatera Barat, di sebelah timur dengan Jambi dan Sumatera Selatan, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Lampung. Bengkulu di jadikan sebuah propinsi pada tanggal 18 November 1968, propinsi Bengkulu memiliki sepuluh kabupaten dan kotamadya yaitu sebagai berikut :

  1. Kota Bengkulu
  2. Kabupaten Rejang Lebong
  3. Kabupaten Lebong
  4. Kabupaten Kepahiang
  5. Kabupaten Bengkulu Utara
  6. Kabupaten Muko Muko
  7. Kabupaten Bengkulu Tengah
  8. Kabupaten Bengkulu Selatan
  9. Kabupaten Kaur
  10. Kabupaten Seluma
Peta Propinsi Bengkulu
Peta Propinsi Bengkulu

Objek pariwisata yang ada di propinsi Bengkulu berupa hutan hujan tropis yang juga menjadi habitat dari bunga Rafflesia Arnoldi dan Bengkulu juga mendapat julukan Bumi Rafflesia. Rafflesia Arnoldi merupakan Bunga terbesar di dunia, yang pertama kali ditemukan di propinsi Bengkulu pada 20 Mei 1818 oleh seorang gubernur jendral Inggris bernama Thomas Raffles asal Inggris dan ahli botani dr. Arnoldi.

1. Daftar Nama Tempat Wisata yang ada di Kota Bengkulu

Daftar nama tempat Wisata Sejarah kota Bengkulu

  1. Benteng Marlborough
  2. Rumah Pengasingan Bung karno
  3. Tugu Thomas Parr
  4. Rumah Ibu Fatmawati
  5. Komplek Pemakaman Kuno
  6. Rumah Gubernur Jenderal Inggris
  7. Tugu Hamilton
Daftar nama tempat Wisata Alam kota Bengkulu
  1. Pantai Panjang Putri Gading Cempaka
  2. Danau Dendam Tak Sudah
  3. Kawasan Pelabuhan Pulau Baai
  4. Pantai Jakat
Daftar nama tempat Wisata Bahari kota Bengkulu
  1. Pulau Tikus dan Terumbu Karang
Daftar nama tempat Wisata Budaya dan Religi kota Bengkulu
  1. Ritual Tabot
  2. Masjid Jamik
  3. Makan Sentot Alibasyah
  4. Makam Imam Senggolo
Daftar nama tempat Wisata lain yang ada di kota Bengkulu
  1. Tugu Perjuangan Rakyat Bengkulu
  2. Kawasan China Town
2. Daftar Nama Tempat Wisata yang ada di Kabupaten Rejang Lebong

Daftar nama tempat Wisata Alam yang ada di Kabupaten Rejang Lebong
  1. Danau Mas Harun Bastari - Karang Jaya
  2. Danau Talang Kering / Danau Bermanei - Tunas Harapan
  3. Telaga Putri Tujuh Warna - kaki Bukit Daun
  4. Lubuk Beso - Apur
  5. Air Terjun Tangga Seribu - Kepala Curup
  6. Air Terjun Bertingkat - Bermani Ulu
  7. Air Terjun Curug Embun - Kota Padang
  8. Air Terjun Angin - Kota Padang
  9. Air Terjun - Sindang Jati
  10. Air Terjun - Cahaya Negeri
  11. Air Terjun - Beringin  Tiga
  12. Air Terjun - Cawang
  13. Air Terjun - Kayu Manis-Sindang Kelingi
  14. Air Terjun dan Gua La - Kota Padang
  15. Gua Bukit Makmur - Selupu Rejang
  16. Bukit Kaba - Sumber Urip
Daftar nama tempat Wisata Buatan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong
  1. Suban Air Panas -Talang Ulu
  2. Kolam Renang Muna Tirta -Talang Ulu
  3. Bendungan Musi Kejalo-Kayu Manis - Selupu Rejang
  4. Monumen Perjuangan -Tabarenah
  5. Masjid Agung Baitul Makmur - Jl. Sukowati Curup
  6. Rumah Adat - Jl. Sukowati curup
  7. Agropolitan - Selupu Rejang
  8. Kebun The - Bukit Daun Bermani Ulu
  9. Taman Wisata Alam "Diobagite"
Daftar nama tempat Wisata Cagar Budaya yang ada di Kabupaten Rejang Lebong
  1. Batu Tri Sakti-Suban Air Panas
  2. Batu Panco-Desa Batu Panco
  3. Batu Lebar- Desa Seguring
  4. Batu Menangis-Suban Air Panas
  5. Batu Mandiri Dewa
  6. Batu Jemuran Dewa
  7. Batu Kelir
  8. Benteng  Bambu jaga setahun
  9. Batu Lehir Susun-Selupu Rejang
  10. Tugu Pahlawan Tabarenah
  11. Relief Perjuangan Tabarenah
3. Daftar Nama Tempat Wisata yang ada di Kabupaten Lebong
  1. Wisata Danau Picung
  2. Wisata Air Putih
  3. Wisata Pasir Lebar
  4. Wisata Tambang Sulit
  5. Wisata Danau Tes
  6. Wisata Lobang Kaca Mata
  7. Wisata Telaga Tujuh Warna
  8. Arum Jeram Air Ketahun
  9. Air Terjun Tebing Serai
  10. Air Terjun Tik Gumaceak
  11. Air Terjun Santan
  12. Air Terjun Blau
  13. Air Terjun Bio Baes
  14. Air Terjun Uram
  15. Air Terjun Siapang
  16. Air Terjun Taman Peri
  17. Cagar Budaya Keramat Ulu Du'es (Sultan Abdullah)
  18. Cagar Budaya Kutai Ukem (Biku Bermano)
  19. Cagar Budaya Situs Tanah Majapahit
  20. Cagar Budaya Keramat Bingin Kuning
4. Daftar Nama Tempat Wisata yang ada di Kabupaten Kepahiang
  1. Taman Kota Kepahiang (Taman Santoso)
  2. Danau Musi Ujan Mas
  3. PLTA Musi Ujan Mas
  4. Kebun Teh Kabawetan
  5. Flora Langka Amorphophallus
  6. Bunga Rafflesia Arnoldi
  7. Air Terjun Bukit Hitam
  8. Air Terjun Curug Embun
  9. Danau Suro
5. Daftar Nama Tempat Wisata yang ada di Kabupaten Bengkulu Utara
  1. Air Terjun Kepala Siring
  2. Pantai Lais
  3. Tangga 1000 Kemumu
  4. Lebong Tandai
  5. Kereta Lori Molek
  6. Gunung Bukit Daun dan Hulu Palik
  7. Pulau Enggango
  8. Pusat Pelatihan Gajah Seblat
  9. Air Terjun Curug Sembilan
6. Daftar Nama Tempat Wisata yang ada di Kabupaten Muko Muko
  1. Pantai Muko-muko
  2. Bendungan Air Manjunto
  3. Sungai Air Berau
  4. Pantai Batung Badoro
  5. Pantai Air Rami
  6. Danau Nibung
7. Daftar Nama Tempat Wisata yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah
No
Objek Wisata
Lokasi
Kecamatan
1
Air Terjun Embun
Ds. Lagan Bungin
Talang Empat
2
Makam Putri Darah Putih
Ds. Taba Pasmah
Talang Empat
3
Air Terjun Datar Lebar
Ds. Datar Lebar
Taba Penanjung
4
Dam Lubuk Serigo
Kel. Taba Penanjung
Taba Penanjung
5
Puncak Liku Sembilan
Ds. Tanjung Heran
Taba Penanjung
6
Air Terjun Peh
Ds. Tanjung Heran
Taba Penanjung
7
Kolam Renang Belanda
Ds. Tanjung Heran
Taba Penanjung
8
Benteng Coa Sako
Ds. Tanjung Heran
Taba Penanjung
9
Prasasti Batu Jung
Ds. Rindu Hati
Taba Penanjung
10
Makam Raja Gogok
Ds. Rindu Hati
Taba Penanjung
11
Ritual Lonjok
Ds. Karang Nanding
Karang Tinggi
12
Benteng Belanda
Ds. Talang Empat
Karang Tinggi
13
Air Terjun
Ds. Penembang
Merigi Kelindang
14
Air Terjun Bio Tik Siang
Ds. Jambu
Merigi Kelindang
15
Air Terjun
Ds. Rena Kandis
Pagar Jati
16
Arung Jeram
Ds. Pagar Jati
Pagar Jati
17
Bendungan PLTA Musi
Ds. Susup
Merigi Sakti
18
Keramat Nibung
Ds. Susup
Merigi Sakti
19
Air Terjun Curug
Ds. Komering
Merigi Sakti
20
Danau Exs. Tambang
Ds. Susup
Merigi Sakti
21
Wisata Alam
Ds. Rajak Besi
Merigi Sakti
22
Meriam Dan Kelambu Sakti
Ds. Susup
Merigi Sakti
23
Taman Hutan Raya Rajo Lelo
Ds. Tanjung Terdana
Pondok Kubang
24
Air Terjun Curup Sungai Tecuyong
Ds. Pondok Kubang
Pondok Kubang
25
Danau Besar
Ds. Talang Pauh
Pondok Kelapa
26
Pantai Sungai Suci
Ds. Pasar Pedati
Pondok Kelapa

8. Daftar Nama Tempat Wisata yang ada di Kabupaten Bengkulu Selatan
  1. Pantai Pasar Bawah/Duayu Sekundang
  2. Sungai Manna
  3. Meriam "Honisuit" Meriam Terbesar Di Indonesia peninggalan Inggris
  4. Bendungan Air Nipis
  5. Air Terjun Geluguran
  6. Pantai Muara Kedurang
  7. Goa Suluman Kedurang
9. Daftar Nama Tempat Wisata yang ada di Kabupaten Kaur
  1. Pantai Laguna Ujung Lancang Samudera
  2. Sungai Padang Guci
  3. Gunung Patah
  4. Asinan Gurita
  5. Pantai Linau
  6. Pantai Way Hawang
10. Daftar Nama Tempat Wisata yang ada di Kabupaten Seluma
  1. Bendungan Seluma
  2. Pantai Seluma
  3. Susur Goa Resam
  4. Taman Buru Nasional Semidang Bukit Kabu
  5. Batu Bekinyau (Batu Berkilau)
  6. Air Terjun Resam
  7. Sungai Seluma
Daftar Nama Tempat Wisata Alam Air Terjun yang ada di Propinsi Bengkulu
  1. Air Terjun Air Melancar - Seluma
  2. Air Terjun Air Santan - Lebong
  3. Air Terjun Batu Bekinyau - Seluma
  4. Air Terjun Batu Layang - Bengkulu Utara
  5. Air Terjun Bioa Embun
  6. Air Terjun Blitar - Rejang Lebong
  7. Air Terjun Geluguran - Bengkulu Selatan
  8. Air Terjun Kemumu - Kepahiang
  9. Air Terjun Kepala Curup - Rejang Lebong
  10. Air Terjun Kepala Siring - Bengkulu Utara
  11. Air Terjun Ketenong - Rejang Lebong
  12. Air Terjun Lubuk Resam - Seluma
  13. Air Terjun Sekudun - Rejang Lebong
  14. Air Terjun Sembilan Tingkat - Bengkulu Utara
  15. Air Terjun Semelako
  16. Air Terjun Sindang Kelingi - Rejang Lebong
  17. Air Terjun Suban - Rejang Lebong
  18. Curuk Embun - Kepahiang
  19. Curuk Sempiang - Rejang Lebong
  20. Air Terjun 9 Tingkat
  21. Air Terjun Katenong
  22. Air Terjun Geluguran
  23. Air Terjun Batu Layang
  24. Air Terjun Batu Bekinyau
  25. Air Terjun Telo Bunyuk
  26. Air Terjun Taman Peri
  27. Air Terjun Amen
  28. Air Terjun Tebing Serai
  29. Air Terjun Sekudun
  30. Air Terjun Suban
  31. Air Terjun Kemumu
  32. Air Terjun Air Santan
  33. Air Terjun Lubuk Resam
  34. Air Terjun Air Malancar
  35. Air Terjun Bioa Embun
  36. Air Terjun Siapang
  37. Air Terjun Desa Tes
  38. Air Terjun Tik Gumaceak
  39. Air Terjun Kepala Curup
Daftar Nama Tempat Wisata di Propinsi Bengkulu Secara Keseluruhan
  1. Pantai Panjang
  2. Pantai Pasir Putih
  3. Pulau Tikus
  4. Danau Dendam Tak Sudah
  5. Tapak Padri dan Pantai Jakat
  6. Taman Hutan Hujan Tropis (Tahura)
  7. Taman Berburu Seblat
  8. Taman Wisata Konak
  9. Danau Tes
  10. Danau Gedang dan Bukit Menghijau
  11. Danau Mas Harun Bastari
  12. Danau Musi,Suro
  13. Taman Nanua
  14. Tanah Lot Lais
  15. Danau Picung
  16. Taman Wisata Dio Bagite
  17. Danau Tujuh Warna
  18. Benteng Marlborough
  19. Rumah Pengasingan Bung Karno
  20. Parr and Hamilton Monuments
  21. Museum Provinsi Bengkulu
  22. Rejang Lebong
  23. Danau Pematang
  24. Danau Tes
  25. Kolam Renang Tabarena
  26. Air Terjun Kepala Curup
  27. Sungai Air Putih
  28. Makam Sentot Alibasyah
  29. Pusat Pelatihan Gajah
  30. Gunung Kaba
  31. Suban
  32. Bunga Raflessia Arnoldy
  33. Bunga Kibut (Amorphopalus Titanuum)
  34. Anggrek air Vanda Hookeriana
  35. Kekayaan Hutan
  36. Fauna
  37. Upacara Tabut
  38. Upacara Lainnya yang mengiringi Tabut
  39. Taman Laut
  40. Taman Nasional
  41. Taman Berburu
  42. Elephant Training Center (ETC) di Seblat
 Read more at http://yoshiewafa.blogspot.com